Makna Logo

Logo Paroki Bojong Indah terinspirasi oleh Sabda Tuhan dalam Injil Yohanes 20:24–29, yang mengisahkan perjumpaan Rasul Thomas dengan Yesus yang bangkit.

Thomas mengalami sebuah perjalanan iman. Dari seorang murid yang mencari kepastian, ia sampai pada perjumpaan pribadi dengan Kristus dan kemudian mengungkapkan pengakuan iman yang mendalam:

“Ya Tuhanku dan Allahku!”
(Yohanes 20:28)

Perjalanan Thomas menggambarkan iman yang tidak berhenti pada keraguan, tetapi terus mencari kebenaran, bersedia membuka diri terhadap perjumpaan dengan Tuhan, dan dengan rendah hati menerima kebenaran yang ditemukannya.

Perjumpaan dengan Kristus kemudian mengubah Thomas menjadi seorang saksi. Iman yang lahir dari perjumpaan itu tidak berhenti pada pengalaman pribadi, melainkan dibawa dalam perjalanan kerasulan dan pewartaan.

Salib dan Kain Merah

Salib dan kain merah dalam logo melambangkan semangat pewartaan, pengorbanan, dan kemartiran Santo Thomas Rasul.

Tradisi Gereja mengenang Santo Thomas sebagai rasul yang membawa pewartaan Kristus hingga ke India dan akhirnya menyerahkan hidup sebagai martir.

Simbol ini mengingatkan bahwa perjumpaan dengan Kristus selalu membawa perutusan. Karena itu, umat Paroki Bojong Indah dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh dalam iman secara pribadi, tetapi juga untuk mewartakan Kristus melalui kehidupan sehari-hari: dalam pelayanan, karya, kreativitas, serta kehadiran nyata di tengah Gereja dan masyarakat.

Tiga Nilai Santo Thomas

Perjalanan iman yang digambarkan dalam logo kemudian menjadi inspirasi bagi tiga nilai yang dihidupi bersama oleh umat Paroki Bojong Indah.

1. Iman yang Mencari Kebenaran

Thomas tidak berhenti pada apa yang didengarnya. Ia sungguh ingin mengenal dan mengalami sendiri kebenaran tentang Kristus yang bangkit.

Pencarian akan kebenaran itu juga membentuk cara umat hidup dan melayani bersama: dengan menjunjung transparansi, kejujuran, dialog terbuka, dan akuntabilitas.

2. Kerendahan Hati

Ketika berjumpa dengan Yesus, Thomas bersedia meninggalkan keraguannya dan mengakui dengan rendah hati: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Kerendahan hati berarti berani mendengarkan, menerima masukan dan koreksi, terus belajar, serta terbuka terhadap evaluasi.

Dengan kerendahan hati, pelayanan dapat membangun keterbukaan, kepercayaan, kerja sama yang harmonis, dan kasih yang nyata di antara umat.

3. Komitmen untuk Bersaksi

Perjumpaan Thomas dengan Kristus tidak berhenti pada pengalaman pribadi. Ia kemudian pergi untuk mewartakan Injil.

Semangat yang sama mengajak umat Paroki Bojong Indah untuk memiliki jiwa misioner: berani keluar, menjangkau umat dan masyarakat, dan tidak hanya berfokus pada kehidupan internal Gereja.

Kesaksian diwujudkan melalui pelayanan yang hadir bagi keluarga, mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan terluka, serta melalui keterlibatan aktif di tengah kehidupan masyarakat.


Dengan demikian, logo Santo Thomas Rasul menggambarkan sebuah perjalanan iman yang utuh:

Mencari Kebenaran → Berjumpa dengan Kristus → Menerima dengan Rendah Hati → Diutus untuk Bersaksi.

Semangat inilah yang ingin terus dihidupi umat Paroki Bojong Indah:
berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam iman, melayani dalam kasih, dan bersaksi di tengah dunia.