SABTU, 20 April 2019, Gereja Santo Thomas Rasul dipenuhi dengan bunga bernuansa putih kuning yang dirangkai dengan cantik di sekitar altar. Tabernakel terlihat kosong. Suasana sungguh berbeda dari biasa. Umat sudah mulai berdatangan dan memenuhi tempat duduk yang tersedia di dalam gereja sejak pukul 16.00 WIB. Padahal, Misa Sabtu Vigili baru akan dimulai pada pukul 18.00 WIB.

Satu jam sebelum Misa, bangku-bangku yang ditata dengan rapi di luar gedung gereja mulai diisi umat. Dari atas mimbar, panitia mengingatkan agar umat tidak mem-booking tempat duduk. Bahkan beberapa petugas mengecek bangku yang kosong dan memastikan orangnya sudah hadir.

Sambil menunggu Misa dimulai, ada umat yang berdoa rosario, ada juga yang berdoa dari buku yang mereka bawa. Film pendek yang menceritakan tentang perjuangan satu keluarga yang dikaruniai anak tunarungu pun diputar. “Pesan film tersebut agar kita selalu menjadi terang bagi orang lain, sebagaimana tokoh Irvan,” tutur Romo Kristiono Puspo SJ di akhir tayangan.

Dalam khotbahnya, Romo Diaz menekankan bahwa Yesus adalah Juru Selamat Sejati yang berkarya hingga saat ini. Dengan wafat Yesus, kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan hidup dalam terang Allah.

Anak dan Terang Cahaya Lilin Paska (CHM)

Sebelumnya, Romo rekan di Paroki Bojong, Gereja Santo Thomas Rasul ini menceritakan tentang penyelamatan Avangers dari kemusnahan yang ditimbulkan oleh Thanos. Dengan satu jentikan, Thanos mampu menghancurkan separuh makhluk di bumi. Namun, ada tokoh yang berusaha menyelamatkan makhluk yang tersisa dari kehancuran. “Avengers adalah tokoh penyelamat fiktif tetapi Yesus adalah Juru Selamat Sejati yang nyata dan terus berkarya bagi kita hingga saat ini,” tegas Romo Diaz.

Misa Sabtu Vigili di Paroki Bojong diadakan dua kali, yakni pada pukul 18.00 dan 21.30. Total umat yang hadir sebanyak 3.388. Anas.