Namaku Maria Magdalena Noviana. Biasa dipanggil Novi/Nopek/Cipik. Itu panggilan kesayangan.

Aku dibesarkan di lingkungan Katolik (pihak mamaku) dan keluarga Bhinneka Tunggal Ika (pihak keluarga papaku).

Dulu mamaku, Theresia Ida Martati, aktif di WK Sathora. Sayang sekali, hampir 11 tahun terakhir ini ia terbaring di kasur karena stroke.

Dari kecil aku sudah aktif di gereja sebagai misdinar, lektor, dirigen, sekolah minggu, koor dan lain-lain. Dari SD sampai kuliah D3 aku ikut bermacam-macam lomba seperti , SKJ, puisi, band SMP, OSIS, ketua upacara, senat, Jambore Pramuka, lomba di RT, melukis, belajar main gitar, naik gunung dan lain-lain.

Kadang-kadang aku mancing, main gundu, kasti, layangan, bola, bahkan naik pohon tetapi aku tidak bisa turun. Waktu itu tidak ada gadget dan pokoknya aku memang tidak pernah diam!

Ahhhh jadi ngelantur! Indahnyaaaa flash back ke masa kecilku! Nah, balik ke laptop!

Aku pernah kerja di Kawasan Industri Pulogadung, dan aktif sebagai pengurus di Persaudaraan Karyawan Kawasan Industri Pulogadung (PKKIP) dengan segudang acara. Aku mendapat banyak teman baru di lingkungan ini.

Karena sesuatu hal, dan ingin kerja yang bukan kantoran, aku resign dari KIP. Sejak itulah aku mulai kerja serabutan.

Sekarang rambutku semakin silver. Kehidupanku secara materi pas-pasan. Pas butuh, pas ada. Pas kurang, Tuhan mencukupkan aku!

Terkadang terbesit rasa minder dan frustrasi melihat teman-temanku jadi orang sukses dan berlimpah materi. Namun  hati mereka tetap kaya  untuk melayani Tuhan.

Tetapi, aku adalah Novi yang positif!

Aku juga bisa kaya namun rendah hati dan riang gembira melayani sesamaku untuk Tuhan. Tidak perlu jadi kaya raya terlebih dahulu untuk membantu orang lain.

Aku lebih senang kegiatan lapangan di luar gereja. Jadi kuambil kesempatan menjadi Seksi Sosial Lingkungan (SSL) Stefanus 5. Dalam kekuranganku, aku ingin membantu orang lain yang lebih susah dari aku. Aku juga membantu ASAK, PSE dan gizi balita. Sudah lama aku tak aktif di gizi balita.

Ikut kegiatan bermacam-macam ini, akupun semakin banyak saudara.

Untuk menafkahi keluargaku, aku jualan kerupuk gendar. Aku titip jual di resto warteg toko kelontong dan lain-lain. Dari situ timbul keinginan untuk sekalian Nggojek daripada kosong sehabis pulang antar gendar.

Dua tahun ini selain berprofesi sebagai juragan gendar dan Ojol, aku juga dipercaya PSE untuk mengembangkan program hidroponik di RPTRA Cempaka. Program hidroponik ini menjadi alat pemersatu dengan masyarakat non-Katolik.

JALANAN dan aneka masalah yang datang silih berganti adalah sekolah yang membuatku mengerti arti kata Bersyukur.

Suatu hari aku nyaris frustrasi karena tidak ada order. Jam 19.30, selagi nongkrong di trotoar depan Puri Indah Mall bersama ojol lainnya, tiba-tiba aku dapat order.

Di tengah hujan deras dan malam yang gelap, banjir menggenang sampai tak keliatan mana jalanan dan mana got besar di sepanjang jalan TPU Tegal Alur.

Sesampainya di perumahan yang dituju, banjirrr… sampai ban terendam. Aku berdoa, “Tuhan jangan mogokkkk…”

Puji Tuhan sampai juga di rumah customer pukul 20.30. Kuserahkan kacamatanya yang ketinggalan di restoran Puri Indah Mall.

Diluar dugaan, tarif Rp.39.000,-  dia bayar Rp. 200 ribu! Melongolah aku! “Pak… ini kebanyakan. Tarifnya hanya Rp.39 ribu.”

“Ambillah jangan ditolak. Itu rejeki ibu.” kata si Bapak.

“Terima kasih, Pak! Tuhan memberkati keluarga Bapak.”

Thanks God ! Tuhan memberi aku rejeki lebih ditengah hujan deras dan malam yang gelap! Ini berkat doaku pada awal aku menjalani ojol.

Esok malamnya ketika nggojek di Teluk Gong, motorku mogok.

Puji Tuhan! Teman ojol di sekitar situ mengantarku ke bengkel terdekat yang sudah hampir tutup.
Itulah kekuatan doa syukur dan setiakawan komunitas.

Hujan, panas, macet, Google maps ngawur, order fiktif, pelanggan yang ramah dan jutek (untung lebih banyak yang ramah), ngantuk dan capek, kesal orderan anyep (istilah ojol yang susah mendapat order).

Terkadang barang yang harus dikirim berat sekali. Belum lagi repotnya mengantar barang ke kantor dan apartemen. Parkir motorku dimana, aku harus menentengnya nun jauh di mata dari parkiran!

Kadang-kadang aku salah tower. Jadi harus rajin bertanya di jalanan! Beberapa waktu yang lalu, gara-gara maps salah, aku kesasar masuk TPU Karet Bivaks ! Oalaaa……! Hahaha…..!

Hanya Tuhanlah andalanku selama dalam perjalanan. Berdoa,menangis, tertawa, teriak, menyanyi sendiri kulakukan di atas soulmate-ku ini. Si Black Sweet Motor Beat hadiah dari teman-teman Stella Duce-ku.

Mereka menghadiahkan motor ini untuk aku mencari nafkah. Karena motor Jupiterku yang lama sering ngadat dan akhirnya turun mesin.  Thanks Sister Stece-ku!

Oh iya. Di setiap jalanan atau parkiran orang-orang selalu memanggilku Pak, Om, Mas, Bang, Engkoh….

Nggak tahu tuh, padahal aku kan manis ya? HahahaHa….

Beberapa hari yang lalu saat parkir di Indomaret di depan Permata Buana, tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil aku, “Om!”

Setelah melihatku, “Ehhh, maaf , Bu!” Dia ngacir.

Kupanggil, “Mas, ada apa?”

Ternyata dia mau pinjam korek untuk merokok. Berkat korek apiku, dia bisa merokok. Hahaha!

Banyak kejadian yang seru dalam hidupku. Kunikmati dan kusyukuri semua prosesnya.

Kini aku juga mulai menyalurkan hobi lamaku, memotret dan menulis. Terima kasih, teman-teman MeRasul, karena aku boleh bergabung.

Tak lupa, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk setiap orang yang telah banyak membantu keluargaku, dan membantuku menjadi tetap KUAT dan terus POSITIF.

Tuhan berkatilah mereka dan keluarganya. Amin.

(NOVIANA TONNY , Lingkungan Stefanus 5)